Font: Comic Sans itu Kayak Temen Ngajak Bercanda di Saat Kita Lagi Serius

Font: Comic Sans
Comic Sans: Font yang Cocok untuk Undangan Ulang Tahun... dan Surat Pengunduran Diri Kalau Anda Pengen Drama.

Narasio – Di dunia desain grafis, ada satu font yang nasibnya sering jadi bahan lelucon sekaligus bahan cercaan, Comic Sans.

Font yang lahir pada tahun 1994 ini awalnya diciptakan untuk Microsoft Bob, program komputer dengan tampilan antarmuka ramah anak-anak.

Tapi siapa sangka, Comic Sans malah sering muncul di tempat yang tidak semestinya — mulai dari surat resmi, undangan pernikahan, hingga papan peringatan darurat.

Comic Sans ini ibarat teman yang nggak bisa baca situasi ngajak guyonan pas kita lagi serius ngitung utang di akhir bulan.

Kenapa Comic Sans Dibenci?

Comic Sans sebenarnya punya niat baik. Bentuknya yang bulat, luwes, dan terkesan santai memang didesain agar mudah dibaca oleh anak-anak. Masalahnya, font ini terlalu “ceria” untuk suasana yang serius.

Bayangkan kalau surat pemutusan hubungan kerja pakai Comic Sans. Alih-alih terasa tegas, yang ada malah berasa kaya surat dari EO ulang tahun anak-anak.

Comic Sans ini seperti datang ke acara pernikahan pakai sandal jepit — niatnya nyaman, tapi kok yo ndak pantes.

Kapan Comic Sans Bisa Jadi Pilihan yang Tepat?

Meski sering dicap “font terlarang”, Comic Sans bukannya tanpa fungsi. Font ini bisa jadi pilihan ideal untuk:

  • Materi edukasi anak-anak — karena bentuk hurufnya yang sederhana, Comic Sans cocok untuk membantu anak-anak yang baru belajar membaca.
  • Desain yang santai dan kasual — undangan pesta BBQ, pamflet acara sekolah, atau poster lomba makan kerupuk bisa jadi tempat yang pas untuk Comic Sans.
  • Materi yang ditujukan untuk penderita disleksia — karena hurufnya yang tidak simetris, Comic Sans justru lebih mudah dibaca oleh sebagian orang dengan gangguan ini.

Comic Sans: Hantu atau Pahlawan Tipografi?

Comic Sans mungkin sering jadi bahan lelucon, tapi kebenciannya sering berlebihan. Bukan fontnya yang salah, melainkan orang-orang yang keliru menempatkannya.

Maka, kalau Anda melihat papan peringatan bahaya kebakaran dengan tulisan “AWAS API!” dalam Comic Sans, jangan buru-buru marah.

Coba tarik napas dulu. Bisa jadi yang bikin papan itu cuma ingin menenangkan suasana — atau ya… mungkin dia sekadar nggak paham desain.

Karena pada akhirnya, Comic Sans itu seperti temen yang suka guyon: kalau pas momennya tepat, dia bisa bikin suasana lebih hidup. Tapi kalau lagi nggak pas… kok yo nggatheli.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *