‎Makanan Pedas: Baik untuk Metabolisme atau Berbahaya?

Hidangan makanan pedas dengan capsaicin untuk metabolisme
Pedasnya bukan hanya sensasi, tapi juga punya efek!

Narasio – Apakah Anda penggemar masakan bercabai? Jika iya, Anda mungkin pernah mendengar klaim bahwa sambal dan cabai dapat mempercepat metabolisme.

Namun, benarkah demikian, atau ini hanya mitos? Mari kita telusuri fakta ilmiah di balik makanan pedas dan dampaknya terhadap kesehatan.

Apa Kata Penelitian?

Makanan pedas, terutama cabai, mengandung senyawa aktif bernama capsaicin. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Biodiversitas dan Bioteknologi (2024), capsaicin dapat merangsang reseptor nyeri dalam saluran pencernaan, yang berpotensi mempengaruhi proses metabolisme.

Studi lain yang diterbitkan oleh Harena Jurnal Gizi (2024) menemukan bahwa ada hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan pedas (baca: bercabai) dengan kejadian obesitas pada mahasiswa.

Meskipun efek peningkatan metabolisme bersifat sementara, hal ini tidak cukup signifikan untuk dijadikan satu-satunya strategi penurunan berat badan.

Manfaat Konsumsi Makanan Pedas

Meski memiliki manfaat, konsumsi masakan bercabai ini secara berlebihan bisa menimbulkan masalah, antara lain:

  • Iritasi Pencernaan: Capsaicin dapat memicu gejala seperti mulas, sakit perut, hingga diare pada individu yang sensitif. Penelitian dalam Jurnal Biodiversitas dan Bioteknologi (2024) menunjukkan bahwa konsumsi masakan bercabai dapat menyebabkan iritasi.
  • ‎Refluks Asam: Bagi penderita GERD, masakan bercabai bisa memperburuk gejala. Menurut artikel dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, konsumsi masakan bercabai yang berlebihan dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan, mengakibatkan gejala refluks asam.
  • Iritasi pada Mulut dan Tenggorokan: Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan sensasi terbakar yang tidak nyaman.

Bagi kebanyakan orang makanan bercabai ini aman jika dikonsumsi dalam jumlah moderat, namun berlebihan bisa memicu gangguan pencernaan yang serius.

Pedas Itu Baik, Asal Bijak

Makanan pedas bisa menjadi tambahan menarik dalam pola makan Anda, terutama jika Anda ingin meningkatkan metabolisme dan mengurangi nafsu makan. Namun, jangan jadikan sambal sebagai satu-satunya strategi diet. Konsumsi yang berlebihan justru bisa menimbulkan masalah kesehatan.

‎Seperti kata pepatah Jawa Sing sedeng wae, ora kurang ora luwih — yang sedang-sedang saja, tidak kurang tidak lebih. Jika sambal membuat Anda berkeringat seperti habis kerja bakti, mungkin sudah saatnya mengurangi level pedas Anda.

Referensi:

  • Ihsani, N., Raflianti, D., Alkhairan, M. D., Suci Nugraha, N., & Wafa. (2024). Korelasi antara Konsumsi Makanan Pedas dan Asam dengan Gejala Asam Lambung pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Jurnal Biodiversitas dan Bioteknologi, 1(2), 62–66.
  • Pramesti, I. I., & Putri, D. (2024). Hubungan Durasi Tidur dan Kebiasaan Konsumsi Makanan Pedas dengan Kejadian Obesitas pada Mahasiswa Politeknik Negeri Jember. Harena: Jurnal Gizi, 4(3), 108–114.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *