Narasio – Di tengah perbukitan Trenggalek yang hijau, Kecamatan Dongko menjadi saksi dari sebuah ajang unik yang menghubungkan para peternak, ekonomi desa, dan inovasi dalam beternak.
Pada 22 September 2024, Latihan Bersama (Latber) Kambing Peranakan Etawa (PE) Ras Kaligesing sukses digelar dengan antusiasme luar biasa dari ratusan peternak di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Lebih dari Sekadar Kontes, Ini Adalah Ruang Kreativitas
Kontes ini tidak hanya tentang kambing dengan postur terbaik, tetapi juga tentang berbagi ide dan pengalaman di dunia peternakan.
“Latber ini bukan hanya adu kualitas ternak, tapi juga ruang belajar untuk memahami standar terbaik dan cara meningkatkannya.” ungkap salah satu panitia.
Dalam setiap interaksi, peternak berbagi strategi pemeliharaan, pakan terbaik, serta teknik meningkatkan kualitas genetika kambing mereka.
Inovasi dalam Meningkatkan Kualitas Ternak
Kambing PE Ras Kaligesing dikenal dengan karakteristik fisiknya yang khas dan potensinya sebagai kambing perah unggulan.
Melalui Latber ini, para peternak dapat mengamati secara langsung bagaimana standar kambing unggulan terus berkembang.
Dari diskusi hingga pengamatan lapangan, peserta dapat mempelajari pola seleksi genetik, teknik pemeliharaan, serta faktor-faktor yang membuat seekor kambing layak menjadi juara.
Dampak Ekonomi: Dari Kandang Menuju Pasar yang Lebih Luas
Ajang ini juga berperan sebagai penggerak ekonomi desa. Tidak hanya meningkatkan harga jual kambing unggulan, tetapi juga membuka peluang bagi peternak dalam memperluas jaringan bisnis mereka.
Banyak peserta yang memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar informasi genetik, menjalin kerja sama dagang, hingga merancang strategi pemasaran yang lebih modern.
Pemerintah daerah pun mulai melihat potensi besar dalam sektor ini dan mendorong program pendampingan peternak guna meningkatkan daya saing di pasar nasional.
Membangun Masa Depan Peternakan Berbasis Komunitas
Lebih dari sekadar kontes, Latber ini menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan. Di era digitalisasi, sektor peternakan membuktikan bahwa interaksi langsung dan pertukaran pengalaman tetap menjadi elemen penting dalam membangun komunitas yang kuat.
Dari setiap cangkir kopi yang dinikmati bersama, hingga suara kambing yang menggema di arena, ada harapan bahwa desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi mandiri berbasis peternakan.
Dongko sebagai Pusat Inovasi Peternakan
Latber Kambing PE di Dongko adalah awal dari perubahan besar. Ini bukan hanya tentang kambing dengan tubuh paling ideal, tetapi juga tentang kesadaran bahwa peternakan adalah industri dengan potensi besar.
Dengan kombinasi antara kualitas ternak, inovasi, dan kerja sama, para peternak tidak hanya menjaga tradisi tetapi juga membangun masa depan ekonomi desa yang lebih cerah.
